Pentingnya akhlaq dalam menuntut ilmu

Pentingnya akhlaq dalam menuntut ilmu terutama bagi penuntut ilmu. ini adalah syarat berkahnya ilmu yang dia cari. Dan demi Allah tidak seorang pun ulama yang mereka pergi jauh dari daerahnya melainkan tujuannya untuk memperbaiki akhlaq mereka. Dan tidak lah mereka keluar untuk mempelajari Alquran dan hadist dan menanggung letih,lelah dan capek dalam perjalanan menuntut ilmu melainkan tujuannya adalah akhlaq yang mulia. tidak ada yang mereka cari melainkan hanyalah akhlaq yang mulia dan amal Sholeh.walaupun kita sadar generasi pada zaman ini bahwasanya mereka seolah-olah kehilangan derap langkah mereka, apa yang terjadi wahai penuntut ilmu, perosotan akhlaq yang sangat dahsyat erosi akhlaq yang luar biasa parah. akankah ini akan terjadi terus menerus tidakkah saatnya kita introfeksi diri.

Oleh karna itu kalau ada orang yang mengaku sebagai penuntut ilmu tetapi tujuannya hanya untuk memperkaya informasi yang dia anggap manfaat namun akhlaqnya tidak baik, wallahi orang ini salah, dan ilmu itu seharusnya membuat kita semakin baik akhlaqnya,semakin takut kepada allahﷻ dan membuat lisan kita semakin baik ucapannya,tangan dan kaki kita semakin baik gerakannya dan membuat hati kita semakin dekat kepada Allahﷻ dan apa faedahnya kita belajar ilmu tetapi lisan-lisan kita kotor , tangan kita suka menzholimi , kaki kita melangkahkan kita ketempat yang kotor yang tidak selayaknya orang- orang Sholeh berada di tempat tempat seperti itu.

Seorang hafidz Ibrohim dan beliau adalah seorang penyair di negri Mesir pernah mengatakan “umat manusia itu mereka dianggap eksis dan masih ada di dunia ini kalo akhlaqnya masih ada tetapi kalau mereka akhlaqnya sudah tidak ada maka mereka seakan akan tidak ada di muka bumi ini”

ketika manusia sudah tidak mengenal akhlaq, maka ini adalah manusia manusia yang tidak ada nilainya. Sebagaimana Allahﷻ sebutkan tentang orang ornag Yahudi yang mana mereka di dakwahi oleh nabi mereka yaitu nabi-nabi dari Bani Israil akan tetapi mereka sama sekali tidak mengindahkan ucapan Allah dan Rasul rasulnya. Mereka punya ilmu dan orang orang Yahudi ini adalah orang-orang yang cerdas akan tetapi mereka selalu membangkang , hati mereka seperti batu bahkan batu lebih baik ,hati kalau sudah seperti batu maka sudah tidak ada manfaatnya, sebagaimana yang Allahﷻ katakan:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

‘’Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. [Surat Al-Baqarah 74]

 

Dan batu-batu ini ada yang tunduk khusyuk kepada Allah dan batu-batu ini juga ada yang bertasbih kepada Allah . Tapi kalau hati sudah sekeras batu apa manfaatnya. Oleh karena itu kita orang orang yang mengaku menjadi penuntut ilmu, nomor satu yang harus kita perbaiki adalah akhlaq kita. kalo ada seorang penuntut ilmu yang belajar bertahun tahun tetapi ucapannya tidak di jaga dan tidak punya rem ketika berbicara dan menggunjing sana sini bahkan gurunya tidak selamat dari lisannya mending orang ini tidak usah saja belajar tidak ada faedahnya.

“Sesungguhnya dokter dan juga guru tidak akan memberimu nasehat jika keduanya tidak kau muliakan maka bersabarlah dengan penyakitmu jika kau durhaka pada doktermu dan bersabarlah dengan kebodohanmu jika kau durhaka pada gurumu”

 

Wallahi Kalo kita melihat kepada sejarah para ulama, malu kita. para ulama itu bahkan mereka ketika belajar, kemudian tidak mempunyai uang, maka mereka harus berkerja terlebih dahulu untuk mencari uang dan kemudian untuk memberikan bayaran kepada gurunya. Jangan dikira sekolah dulu nggak bayar ! Imam Malik sampai menjual atap rumahnya untuk bisa belajar. imam Syafii juga begitu ketika beliau nggak mampu bayar beliau menggantikan gurunya untuk mengajar murid murid yang lain.imam Ahmad sampai menjadi kuli ketika belajar di Yaman .

Kemudian datang generasi yang di bayari oleh orang tua mereka, namun mereka sia siakan itu jeri payah orang tuanya dan mereka khianati amanat orang tuanya.

 

Berkata Al imam hafidz alhakami rohimahullah di dalam qosidah mi miyah beliau. Beliau mengatakan “wahai para penuntut ilmu jangan kau ganti profesimu menuntut ilmu itu.karna kamu sudah dapat apa yang kamu cari . Dan demi Allah yang memilki laul Mahfudz dan pena yang menulis taqdir. Hormati ilmu itu dan ketahuilah kehormatan ilmu itu . Dan tampakkanlah kehormatanmu terhadap ilmu itu dalam ucapanmu dan Dalam lisanmu . Dan bersungguh sungguhlah dengan tekad yang sangat kuat yang tidak ada lemah lemahnya.dan Kalau orang tau kehormatan ilmu dia tidak bakalan tidur”

 

Wallahi Allah maha adil imam Syafii di beri waktu 24 jam dan orang yang terbodoh di dunia ini juga di beri waktu 24 jam tapi kenapa yang satu bisa jadi Syafii dan kenapa yang satu lagi masih tetap bodoh yang membedakan orangnya modalnya sudah sama

( وَٱلۡعَصۡر ِإِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ)

Demi masa sungguh manusia berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. [Surat Al-‘Ashr ]

Modalnya masa ini atau waktu ini orang orang rugi kecuali empat yaitu orang yang beriman dan iman butuh ilmu kalau sudah punya ilmu kemudian diamalkan yaitu beramal Sholeh kemudian saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran

Dan wallahi kalo ada orang yang cerdas tetapi nggak hafal-hafal atau sulit dalam menghafal. Dan ada Orang yang memiliki otak yang cemerlang dan badan yang sehat kalah dengan anak-anak yang punya kekurangan namun hafal Alquran wallahi ini aib.

Al mutanabbi pernah mengatakan “saya tidak pernah melihat aib ditengah tengah manusia yang lebih besar melainkan orang yang mampu tetapi dia tidak bisa mencapai kesempurnaan”

Itu kenapa karna tidak punya motivasi dan tidak memilki tujuan hidup . Kalo ada sifat ini dalam diri anda buanglah jauh jauh dan mintalah kepada Allah ilmu yang bermanfaat Dan mintalah perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah … aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.)

 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

“Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837. Hadits ini shahih.)

Dan mintalah petunjuk kepada Allah

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan)”

(HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya).

al’Alîm al-Khabîr. ‘Abd bin Humaid rahimahullah dan Sa’îd bin Manshûr rahimahullah meriwayatkan bahwa ‘Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu pernah berdoa:

اَللَّهُمَّ زِدْنِيْ إِيْمَاناً وَفِقْهاً وَيَقِيْناً وَعِلْماً

Ya Allah, berilah aku tambahan iman, pemahaman, keyakinan dan ilmu

Seorang Muslim sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, senantiasa diperintahkan agar memohon tambahan ilmu juga karena ilmu ibarat lautan yang tak pernah bertepi. Semakin dalam seseorang mengarunginya, semakin sadar betapa dangkal apa yang telah ia mengerti.

Demikianlah, seorang hamba akan selalu berada dalam naungan kebaikan selama ia tekun mempelajari hal-hal yang bermanfaat dan dapat memanfaatkan apa yang ia ketahui serta senantiasa menjaga semangat untuk tidak puas dengan apa yang telah diketahui sampai menghadap Allah Azza wa Jalla

 

1 komentar untuk “Pentingnya akhlaq dalam menuntut ilmu”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *