Berolok – olok dengan agama / menjadikan agama sebagai olok – olokan

 

Kita perlu tau hukumnya berolok olok dengan agama agar jangan sampai kita terseret dan terjerumus dalam perbuatan ini karna tidak sedikit dari generasi muda kita yang terseret dalam perkara ini karna ingin bersenda gurau padahal ini adalah perkara yang tidak diterima udzur bersenda gurau didalamnya.

 

Menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengagungkan kituballah dan sunah Rasulullah dan mengagungkan para ulama karna para ulama lah pewaris para nabi ini senada dengan sabda nabi

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنَ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.(HR. al-Imam at-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya (5/169), Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan, “Haditsnya shahih”)

dan mereka mewariskan apa yang dibawa oleh para nabi yaitu Alquran dan as-sunnah, melecehkan mereka dan mengolok olok mereka sama dengan mengolok olok apa yg di bawa oleh mereka yaitu Al-Qur’an dan Sunnah

Maka mengagungkan Al-Qur’an dan Sunnah, ajaran Islam secara umum tanpa terkecuali dan para ulamanya yang membawa agama ini yang menerima warisan dari Rasulullah dan sesuai dengan firman Allah subhanahu wataala dalam surat Al hajj ayat 32

{ ذَ ٰ⁠لِكَۖ وَمَن یُعَظِّمۡ شَعَـٰۤىِٕرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقۡوَى ٱلۡقُلُوبِ }

Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah,maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.

[Surat Al-Hajj: 32]

Jadi orang yg bertaqwa itu dia senantiasa menagungkan syiar syiar Islam, agama Allah , para Rasul dan para ulama , aqidah dan akhlaknya semua bagian dari Islam wajib bagi kita untuk mengagungkannya karna itu bukti nyata dari ketaqwaan kita sebagai umat Islam.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *